Follow our news chanel

Wabup Nduga nyatakan mundur, Sekjen BMP: Forkopimda harus gelar RDP

Wakil Bupati Nduga, Wentius Nimiangge (kiri) - Jubi. Dok
Wabup Nduga nyatakan mundur, Sekjen BMP: Forkopimda harus gelar RDP 1 i Papua
Wakil Bupati Nduga, Wentius Nimiangge (kiri) – Jubi. Dok

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Sekretaris Jenderal atau Sekjen Organisasi Masyarakat Barisan Merah Putih (BMP) Papua, Yonas Nusy menyarankan Forum Pimpinan Komunikasi Daerah atau Forkopimda segera menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) membicarakan rencana Wakil Bupati (Wabup) Nduga, Wentius Nimiangge mundur dari jabatannya.

Menurut Nusy, Pemprov Papua dan DPR Papua mesti segera merespons pernyataan wabup Nduga tersebut, dengan duduk bersama para pengambil kebijakan di daerah dalam waktu dekat, atau sebelum pergantian tahun.

“Wakil Bupati Nduga mengeluarkan pernyataan seperti itu pasti ada sebabnya. Berarti ada sesuatu yang dinilai fatal sehingga menyatakan untuk mundur. Ini yang mesti dicari tahu. Tidak boleh para pengambil kebijakan di tingkat provinsi tenang-tenang saja,” kata Yonas Nusy saat menghubungi Jubi, Minggu (29/12/2019).

Menurutnya, pernyataan mundur Wabup Nduga tersebut terlebih dahulu diselesaikan para pengambil kebijakan tingkat provinsi. Mesti ada sikap dari pimpinan lebih tinggi di daerah, sehingga tidak harus langsung mendapat tanggapan dari Kementerian Dalam Negeri.

“Ini kan urusan kita di daerah. Urusan Panglima, Kapolda, gubernur, ketua DPR Papua dan Majelis Rakyat Papua. Kitalah yang harus bicara kenapa sampai Wabup Nduga menyatakan diri mundur. Berarti ada masalah. Tidak mungkin wabup bicara sendiri. Kita harus bertanggungjawab sama-sama,” ujarnya.

Sementara Kapolda Papua, Inspektur Jenderal Polisi Paulus Waterpauw mengatakan kini pihaknya sedang berupaya memastikan alasan utama yang menyebabkan Wabup Nduga menyatakan ingin mundur dari jabatannya.

Loading...
;

Apakah hanya karena alasan sopir pribadinya ditembak hingga meninggal dunia oleh orang tak dikenal, ataukah ada penyebab lain.

“Ataukah ada persoalan-persoalan di pemerintahan yang beliau belum bisa ungkapkan secara transparan,” kata Paulus Waterpauw.

Katanya, ia telah memerintahkan Kapolres Jayawijaya bertemu Wentius Gwijangge, karena Kabupaten Nduga merupakan wilayah hukum Polres Jayawijaya. Akan tetapi utusan Kapolres Jayawijaya ditolak oleh pihak Wentius.

“Saya ingin bertelepon. Tetapi yang kami alami utusan pak kapolres mendapat lemparan. Artinya ada penolakan, sehingga belum bisa ada komunikasi baik,” ujarnya.

Meski begitu Paulus menyatakan memaklumi penolakan tersebut, karena kini pihak Wentius sedang dalam suasana duka.

Ia berharap, Wabup Nduga tidak benar-benar mundur dari jabatannya. Katanya, masih banyak ruang lain yang dapat ditempuh membicarakan masalah di Nduga.

“Kami sudah laporkan pimpinan (Kapolri) bahwa kami sedang melakukan upaya (pendekatan kepada Wentius Nimiangge),” ucapnya. (*)

Editor: Edho Sinaga

 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top