HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Wagub Papua paparkan konsep kebijakan relaksasi

Wagub AMSI Papua
Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal memaparkan soal kebijakan relaksasi dalam diskusi daring "Kebijakan Relaksasi Kontekstual setelah Pembatasan Fisik dan Sosial yang Ketat" digelar AMSI pada Sabtu (6/6/2020). - Youtube.com/tabloidjubidotcom
Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal memaparkan soal kebijakan relaksasi kontekstual kepada media dan Asosiasi Media Siber Indonesia atau AMSI yang ada di Jayapura, Paniai, Merauke, Timika, Jakarta dan Surabaya pada Sabtu (6/6/2020). Paparan itu disampaikan dalam diskusi daring “Kebijakan Relaksasi Kontekstual setelah Pembatasan Fisik dan Sosial yang Ketat” digelar AMSI.

Dalam paparannya, Tinal menyampaikan relaksasi kontekstual dalam masa pandemi Covid-19 ditempuh karena Papua tidak dapat menjalankan kebijakan New Normal. Hal itu terjadi karena kasus positif korona di Papua masih terus meningkat tajam. Hingga Sabtu, jumlah kasus positif korona sudah mencapai 1.047 kasus.

“Dalam hadapi ini pemerintah terapkan tiga strategi. [Ketiga strategi itu adalah] penguatan sistem kesehatan, penanganan dampak sosial ekonomi, dan perlindungan sosial kepada masyarakat,” kata Tinal di Jayapura, Sabtu (6/6/2020).

Wagub Papua paparkan konsep kebijakan relaksasi 1 i Papua

Baca juga: MRP keluarkan 11 rekomendasi penanganan Covid-19 di Papua

Ia menilai, Papua akan mampu menangani pandemi Covid-19 apabila semua mitra kerja, termasuk media massa bersinergi. “Masyarakat tetap dituntut harus bisa menjalankan dan mengapliksikan ketiga strategi itu dalam kehidupan sehari-hari, sehingga diharapkan semua bisa teratasi dengan baik,” ujarnya.

Menurut ia, Papua baru bisa menerapkan New Normal apabila kasus positif korona menurun pada Juli hingga Agustus 2020. “Semua ini bergantung dari kita semua, bagaimana kemudian bersama-sama menanggulangi Covid-19 dengan melakukan penguatan sistem kesehatan,” ucapnya.

Menurut Tinal, hingga Sabtu sudah 14 kabupaten/kota di Papua masuk dalam zona merah, karena terdapat ODP, PDP atau positif. Sedangkan 15 kabupaten lainnya masih zona hijau sehingga disebut normal.

“Relaksasi kontekstual ini kami lebih diberikan di 14 kabupaten/kota zona merah, dengan tujuan memberikan fleksibelitas kepada masyarakat sekaligus bersama-sama pemerintah menangani Covid-19 agar cepat selesai,” jelasnya.

Baca juga: New Normal tidak boleh korbankan rakyat Papua

Menurut Tinal, pembatasan aktivitas untuk memutus rantai penularan Covid-19 sudah dilakukan sejak awal. “Banyak warga dari luar Papua yang terjebak disini. Makanya kami menerapkan relaksasi, supaya mereka bisa kembali pulang ke daerah masing-masing,” kata Tinal.

Ketua Umum Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wenseslaus Manggut, mengatakan di massa pandemi Covid-19 pembaca justru meningkat 80-120 persen. Apalagi informasi kasus corona dari Bumi Cenderawasih.

Untuk itu, keberadaan media lokal sangat dibutuhkan oleh pembaca di zaman covid ini. Ini menjelaskan, tingkat keyakinan publik terhadap media meningkat. “Peluang ini harus dimanfaatkan betul teman-teman media di Papua. Hanya memang ini barang baru sehingga kerjasama dengan pemerintah daerah sangat penting,” kata Wenseslaus. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top