Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Wajah-wajah baru dalam diplomasi Pasifik dan keamanan regional

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Oleh Tess Newton Cain

Menjelang pertemuan para pemimpin Forum Kepulauan Pasifik (PIF) bulan depan di Nauru, hampir semua menteri luar negeri negara anggota forum itu bertemu baru-baru ini di Apia, Samoa.

Pertemuan para menteri-menteri luar negeri ini, adalah salah satu dari dua pertemuan tingkat menteri yang masih dilaksanakan di kawasan ini (yang lainnya adalah Pertemuan Menteri-menteri Ekonomi PIF). Pertemuan tahun 2018 ini adalah pertemuan tahunan ketiga dan tetap mempertahankan profil yang rendah, meskipun ia sangat penting dalam merampungkan agenda untuk KTT para Pemimpin Forum.

Pertemuan menteri-menteri luar negeri ini diadakan pada 10 Agustus (2018) lalu, dan seharusnya sangat menarik bagi semua yang hadir di sana, dan (mungkin lebih penting lagi) bagi yang tidak hadir. Ada sejumlah perubahan penting dalam line-upnya sejak tahun lalu, dan hal ini sudah pasti akan berdampak pada prosesi selanjutnya.

Dua wajah baru di pertemuan ini yang diharapkan akan membawa dampak signifikan, adalah Ralph Regenvanu dari Vanuatu dan Winston Peters dari Selandia Baru.

Dalam sebuah wawancara dengan saya baru-baru ini, Regenvanu memberikan isyarat yang sangat jelas bahwa ia akan memastikan keterlibatan negaranya dalam Forum PIF sebagai prioritas utama, termasuk untuk memajukan perjuangan penentuan nasib sendiri untuk Papua Barat.

Loading...
;

Jadi, seharusnya kita tidak kaget melihat Vanuatu mengajukan item agenda di Apia, untuk mencari dukungan secara regional atas proposalnya, untuk mendekati Majelis Umum PBB dan Papua Barat dimasukkan kembali dalam daftar dekolonisasi. Yang juga tidak mengherankan, usulannya ini dikritisi oleh Papua Nugini, Fiji, dan Australia, sementara negara-negara lainnya tidak berkomentar.

Akan sangat menarik melihat bagaimana agenda ini ditanggapi dalam pertemuan para Pemimpin PIF bulan depan. Vanuatu juga mencari dukungan dari kawasan itu untuk mendapatkan kursi di Komite Khusus untuk Dekolonisasi PBB (C-24), dan telah menunjuk Lora Lini sebagai Utusan Khusus untuk Papua Barat.

Sementara itu, bagi Menteri Winston Peters, ini adalah pertemuan perdananya sejak ia kembali melanjutkan portofolio kementerian urusan luar negeri di Wellington. Ini juga merupakan kesempatan pertamanya untuk bertemu dengan rekan-rekannya di Pasifik sejak pengumuman kebijakan ‘Pacific reset’ oleh pemerintah Ardern tahun ini. Tidak diragukan lagi, para menteri luar negeri dari negara-negara Kepulauan Pasifik ingin mendengarkan, secara langsung, dari Peters mengenai dampak apa saja yang dapat dibawa oleh kebijakan baru ini, mengingat rinciannya yang diumumkan kepada publik masih sangat terbatas hingga saat ini.

Namun, yang sangat terasa ketidakhadirannya adalah Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop. Hal ini sangat mengherankan mengingat Bishop diketahui mengunjungi Apia tepat sehari sebelumnya dengan agenda penuh, termasuk pertemuan dengan Perdana Menteri Samoa, dan rekannya dari Selandia Baru di Apia, peluncuran program Australia Pacific Training Coalition di sekolah tinggi teknik Australia Pacific Technical College, serta meresmikan menara radio baru.

Bishop kembali ke Australia tepat sebelum pertemuan para menteri luar negeri, meninggalkan Menteri urusan Pasifik dan Pembangunan Internasional, Concetta Fierravanti-Wells, untuk memimpin kontingen Australia. Ketidakhadiran Bishop dari prosesi formal ini sangat mengecewakan mengingat ini adalah era dimana dia menjanjikan ‘peningkatan keterlibatan’ Australia di Pasifik. Saya bertanya langsung kepada Kantor Menteri Bishop mengapa dia tidak hadir dan diinformasikan bahwa: “Menteri Luar Negeri dijadwalkan untuk melakukan beberapa kewajibannya di Australia sebagai Wakil Pemimpin Partai Liberal.” (Dia menyampaikan pidato di Perth dalam konferensi Partai Liberal Negara Bagian Australia Barat tanggal 11 Agustus.)

Keraguan juga timbul akibat pergeseran dalam politik dalam negeri Australia, menyusul tantangan terhadap kepemimpinan Perdana Menteri di Canberra pada Selasa lalu (22/08/2018), sekarang ada spekulasi bahwa Perdana Menteri Malcolm Turnbull mungkin tidak akan menghadiri pertemuan Pemimpin PIF di Nauru. Jika terjadi, hal ini akan meningkatkan sentimen bahwa Australia tidak melihat Pasifik sebagai prioritas.

Bidang yang menjadi fokus utama dalam pertemuan kali ini adalah keamanan, secara spesifik, meninjau dan merevisi teks perjanjian keamanan regional ‘Biketawa Plus’, yang sekarang akan dilanjutkan ke pertemuan para Pemimpin di Nauru untuk dipertimbangkan.

Meskipun banyak reportase yang terlalu dini dari beberapa media Australia, perjanjian keamanan regional ini masih dalam tahap pengembangan sampai, dan selama, pertemuan para menteri luar negeri kemarin – bagian dari proses konsultasi dan keterlibatan yang berkepanjangan dan beraneka ragam dan dipimpin oleh Sekretariat Forum Kepulauan Pasifik. Versi draf perjanjian ‘Biketawa Plus’ saat ini mengindikasikan keterlibatan yang sangat kuat dari semua menteri luar negeri di kawasan ini. Hal ini telah menyebabkan naiknya isu perubahan iklim sebagai ‘ancaman terbesar’ yang dihadapi kawasan ini, penekanan terbatas pada isu keamanan cyber, dan isu-isu lainnya.

Isi teks draf tersebut yang merujuk pada ‘kembali mengingat’ prinsip-prinsip pemerintahan yang baik, demokrasi, dan supremasi hukum, tentu saja merupakan perbaikan dari apa yang tertulis sebelumnya. Namun, kita masih harus melihat apakah hal ini cukup untuk memadamkan kekhawatiran banyak pihak di kawasan pasifik tentang bagaimana, jika ada, norma-norma demokrasi akan bisa diintegrasikan dalam perdebatan yang didominasi oleh topik keamanan. Keprihatinan ini dirasakan oleh sebagian besar pihak yang ingin memastikan, bahwa diskusi tentang keamanan regional kali ini terfokus pada isu-isu yang penting bagi mayoritas anggota PIF, dan bukan hanya kepentingan geo-strategis segelintir orang. (The Interpreter Lowy Institute, 23/08/2018)

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top