Follow our news chanel

Wakil Ketua DPRD Jayapura: Cari tempat dulu, baru pindahkan mereka

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Sentani, Jubi – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jayapura, Kornelis Yanuaring, mengatakan para pedagang kaki lima (PKL) di seputaran Kota Sentani juga mempunyai hak untuk mencari nafkah demi keluarga. Jika Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura berencana menertibkan mereka, sebaiknya dipastikan dulu tempatnya, baru dilakukan relokasi.

Hal itu disampaikan Yanuaring menanggapi rencana Pemkab Jayapura yang akan memindahkan para PKL tersebut ke Pasar Pharaa Sentani atau pasar rakyat Doyo Baru, terkait upaya pemkab setempat meraih piala Adipura dan pelaksanaan PON 2020.

“Keberadaan para PKL di pinggir jalan dan trotoar itu tidak bisa dibatasi namun harus mencari solusi agar mereka itu ada pada tempatnya. Agar semua ini berjalan baik, apalagi ini dalam rangka Go Adipura dan PON 2020, jadi mereka ini bukan diusir tapi dipindahkan. Carikan tempat dulu, baru pindahkan mereka," kata Yanuaring, akhir pekan lalu.

Ia menambahkan dinas terkait harus memberikan informasi jelas kepada para PKL ini mengenai tempat yang sudah disediakan untuk mereka.

"Pemerintah harus beri kejelasan, kalau mereka ini akan dipindahkan, mau dipindahkan kemana? Harus ada solusi kalau memang mereka itu tidak boleh lagi berjualan di trotar dan pinggir jalan. Itu yang harus dipikirkan," katanya.

Yanuaring menegaskan pemerintah mempunyai kewajiban menyediakan tempat bagi para PKL ini agar mereka dapat berjualan di tempat yang layak.

Loading...
;

"Keberadaan para PKL ini diperlukan, buktinya dimanapun mereka berjualan, ada masyarakat yang beli. Kalau ada tempat yang layak maka dia bisa menyambung kehidupannya untuk menyekolahkan anaknya dan kebutuhan lainnya. Jadi jangan kita putuskan langsung, itu tidak boleh. Tugas pemerintah berjuang untuk mensejahterakan masyarakat, siapapun dia," kata Yanuaring.

Dia juga minta para pedagang kaki lima mematuhi aturan yang dibuat pemerintah daerah. Itu semua demi kebersihan dan keindahan kota Sentani khususnya dan Kabupaten Jayapura pada umumnya.

"Pedagang juga harus mengerti karena kota ini harus bersih. Kalau semua berjualan di tempatnya dan tamu datang ke tempat yang disediakan, maka akan laku juga jualan mereka itu, jadi ada timbal baliknya," jelasnya.

"Kalo sudah siapkan tempat layak bagi para PKL, pemerintah bisa tarik retribusi dari para PKL itu, jadi ada pemasukan untuk PAD. Tapi kalo tidak sediakan tempat, baru pungut-pungut retribusi, keliru itu," kata Yanuaring.

Agustina dan Yoppy, penjual sayur di pinggir jalan pojok Ifar Gunung Sentani, mengatakan soal pindah tempat, mereka siap saja namun sesuai dengan aturannya.

”Kami pindah itu bisa saja, yang penting ada tempat di pasar. Kalau kami pindah tapi masih jualan di tempat yang tidak layak, itu sama saja to, mending jualan di sini saja bisa dapat Rp 300-500ribu sehari," katanya.

Mereka mengatakan penertiban yang akan dilakukan itu utamakan dulu tempat di pasar agar saat mereka masuk ke pasar, tidak lagi ada pertengkaran soal tempat jualan.

"Kenapa kami bertahan untuk berjualan di luar, kami ini juga korban kebakaran pasar beberapa tahun lalu itu. Kami bukan pedagang baru. Semua tempat sudah diambil oleh pedagang baru, terus kami ini bagaimana," kata Yoppy. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top