Wakil Ketua Komisi III DPR Papua: BUMD tak produktif perlu penataan ulang

Papua
Ilustrasi kantor PT Percetakan Rakyat Papua, salah satu BUMD milik Pemprov Papua – Jubi/Dok

Papua No.1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Wakil Ketua Komisi III DPR Papua, Kusmanto menyatakan badan usaha milik daerah atau BUMD yang tidak produktif dan tak memberikan sumbangsih pendapat bagi daerah, perlu penataan ulang.

Ia mengatakan, kehadiran BUMD diharap dapat berkontribusi bagi daerah, sebab perusahaan itu mendapat penyertaan modal dari pemerintah daerah.

“Kalau BUMD tidak berkontribusi untuk apa kita pertahankan BUMD itu. Namun ini masih dalam progress. Akan dievaluasi, dan kami Komisi III akan memberikan masukan kepada Pemprov Papua terkait progress BUMD,” kata Kusmanto, Rabu (27/10/2021).

Menurutnya, salah satu BUMD milik Pemprov Papua yang perlu penataan kembali adalah PT Irian Bhakti Mandiri (PT IBM). 

Kontribusi perusahaan ini dinilai belum maksimal. Padahal katanya, PT IBM membawahi beberapa perusahaan, di antaranya PT Percetakan Rakyat Papua, PT Varunapura dan pelayaran.

“Sekarang ini kan, PT IBM berperan sebagai distributor semen Conch, sehingga performa perusahaan ini harus ditingkatkan agar mendapatkan kepercayaan dari pasar,” ucapnya.

Kusmanto mengatakan, ada juga beberapa perusahaan lain yang juga milik daerah telah berkontribusi cukup baik. Perusahaan itu di antaranya, Bank Papua dan Jaminan Kredit Daerah atau Jamkrida Papua, serta PD Irian Bhakti.

Loading...
;

Katanya, Jamkrida selama ini telah berkontribusi cukup baik. Misalnya membantu pelaku usaha mikro kecil terutama asli Papua mengembangkan usahanya, dengan menjamin kredit bank bagi pelaku usaha.

“Komisi III DPR Papua terus mengevaluasi usaha setiap BUMD, dengan harapan ke depan perusahaan perusahaan daerah itu dapat mandiri dan produktif,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi III DPR Papua, Benyamin Arisoy Pemprov Papua tidak bisa terus meminta atau berharap anggaran dari pemerintah pusat. Mesti ada upaya lain mendapat tambahan PAD dengan memanfaatkan potensi aset dan BUMD yang ada.

“Kalau kita tidak ada upaya secara profesional mencari anggaran sendiri memanfaatkan potensi yang ada, sampai kapan kita terus berharap dana dari pusat. Kita mesti kreatif bagaimana meningkatkan dan mendatangkan PAD,” kata Benyamin Arisoy beberapa waktu lalu.

Katanya, Pemprov Papua memiliki banyak aset kendaraan, bangunan, dan tanah yang dapat dimanfaatkan sebagai penyumbang PAD.

“Kami berharap ke depan aset ini bisa mendatangkan uang bagi daerah. Begitu juga aset tanah dan bangunan,” ujarnya. (*)

Editor: Edho Sinaga

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top