Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Wakil Ketua Pokja Perempuan MRP dan Kapolda Papua bahas situasi Intan Jaya

Wakil Ketua Kelompok Kerja Perempuan Majelis Rakyat Papua, Siska Abugau saat bertemu Kepala Kepolisian Daerah Papua, Irjen Paulus Waterpauw. - Jubi/Benny Mawel
Wakil Ketua Pokja Perempuan MRP dan Kapolda Papua bahas situasi Intan Jaya 1 i Papua
Wakil Ketua Kelompok Kerja Perempuan Majelis Rakyat Papua, Siska Abugau saat bersalaman dengan Kepala Kepolisian Daerah Papua, Irjen Paulus Waterpauw. – Jubi/Benny Mawel

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Wakil Ketua Kelompok Kerja Perempuan Majelis Rakyat Papua, Siska Abugau membahas perkembangan situasi keamanan di Kabupaten Intan Jaya dengan Kepala Kepolisian Daerah atau Kapolda Papua, Irjen Paulus Waterpauw di Jayapura, Senin (30/12/2019). Abugau antara lain menyampaikan masalah banyaknya warga sipil Intan Jaya yang mengungsi pasca konflik bersenjata di sana.

Saat bertemu Waterpauw, Abugau menyatakan ia membawa aspirasi warga sipil, pemerintah daerah, tokoh gereja, pemuda, mahasiswa, perempuan dan anak sekolah di Kabupaten Intan Jaya terkait konflik bersenjata yang terjadi di sana. Ia menyatakan kontak senjata antara aparat TNI/Polri dan kelompok bersenjata itu telah membuat warga sipil mengungsi.

Wakil Ketua Pokja Perempuan MRP dan Kapolda Papua bahas situasi Intan Jaya 2 i Papua

Menurutnya, beberapa warga sipil mengungsi dengan menumpang rumah sejumlah rohaniawan di Intan Jaya, baik pastor, pendeta, maupun gembala gereja lainnya.

“Sejak konflik [bersenjata terjadi di Intan Jaya], ada masyarakat yang lari ke hutan,  dan ada yang mengungsi ke gereja. Mereka, [para rohaniawan itu], betul-betul menjaga domba mereka dengan baik,” kata Abugau saat ditemui jurnalis Jubi seusai bertemu Waterpauw.

Abugau menyatakan dirinya telah menerima laporan bahwa banyak warga sipil Intan Jaya yang mengungsi ke hutan, dan bertahan tinggal di dalam hutan. Abugau tidak mengetahui kondisi para warga sipil yang mengungsi ke hutan itu.

Ia menyatakan perempuan dan anak selalu menjadi kelompok yang paling terdampak dari konflik bersenjata seperti yang terjadi di Intan Jaya. Pengungsian dalam jangka waktu lama juga rawan menimbulkan masalah baru seperti kekurangan pangan dan krisis kesehatan. “Yang paling menderita itu anak-anak dan para ibu,” kata Abugau.

Loading...
;

Ia menyatakan sejauh ini dirinya belum menerima laporan ada warga sipil yang tertembak. “Belum ada korban [dari pihak] warga sipil. Saya tidak mau ada warga sipil [menjadi] korban,” kata Abugau.

Ia mengajak semua pihak, baik itu TNI, Polri, Pemerintah Kabupaten Intan Jaya, maupun kelompok bersenjata Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat untuk bijak.  “Pertimbangan kehidupan masyarakat Intan Jaya, karena wilayah Intan Jaya itu macam kuali. [Jika konflik bersenjata berlanjut], masyarakat mau lari ke mana?” kata Abugau.

Kapolda Papua, Irjen Paulus Waterpauw mengatakan warga yang mengungsi bisa kembali ke kampung halamannya dan kembali beraktivitas. “Masyarakat tidak usah takut, tidak ada apa-apa itu. Yang kami cari bukan masyarakat biasa,” kata Waterpauw seusai bertemu Abugau.

Waterpauw menyatakan aparat keamanan hanya mencari kelompok tertentu yang berusaha melawan aparat keamanan. “Mereka, kelompok tertentu itu yang kita cari,” katanya sambil meninggalkan ruang pertemuannya dengan Abugau.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top