Follow our news chanel

Previous
Next

Walhi ingatkan dampak buruk investasi ekstraktif

Ilustrasi deforestasi - pexels.com
Walhi ingatkan dampak buruk investasi ekstraktif 1 i Papua
Ilustrasi deforestasi – pexels.com.

Papua No.1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Jejak investasi selama ini banyak meninggalkan kesan buruk di Tanah Papua. Itu terutama terhadap kelestarian lingkungan, dan dampak sosial berupa perampasan tanah adat.

“Kita tidak menolak investasi, tetapi selama ini masyarakat adat mengeluh soal dampak lingkungannya. Dampak itu mulai dari perkebunan kelapa sawit hingga perusahaan tambang asal Amerika Serikat,” kata Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Papua dan Papua Barat Maurist J Rumbekwan, mengomentari upaya pemerintah mengundang investor Tiongkok ke Papua, Sabtu (7/12/2019)

Dia mengatakan pemerintah dan para investor harus menyelesaikan terlebih dahulu pelbagai kasus yang merupakan dampak dari investasi.  “Ekspansi industri ekstraktif hanya memandang sumber daya alam sebagai komoditas. Tidak ada jaminan perlindungan terhadap ruang kelola dan kearifan lokal masyarak adat.”

Rumbekwan mendesak pemerintah menghentikan ekspansi industri ekstraktif yang telah banyak mengorbankan Orang Asli Papua (OAP). Mereka merampas lahan ulayat, dan tanpa penyelesaian secara bijaksana.

Dia  mengingatkan kasus kerusakan lingkungan akibat aktivitas penambangan Freeport di Mimika harus dijadikan pelajaran. Kasus serupa juga banyak terjadi pada perkebunan kelapa sawit di Papua. Begitu pula terhadap kasus pembuangan limbah nikel oleh perusahaan Tiongkok di Madang, Papua Nugini, harus menjadi perhatian para pengambil kebijakan di Papua.

“Kawasan Mamberamo kaya keanekaragaman hayati. Kalau ada investasi bendungan, jelas akan merusak bahkan menghilangkan habitat flora dan fauna endemik,” jelas Rumbekwan.

Loading...
;

Mengutip laman industy.co.id,  Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia memboyong sejumlah pejabat Papua ke Tiongkok. Mereka sowan dan mengundang sejumlah investor untuk menanamkan modal di  Papua.

Mereka yang ikut dalam kunjungan pada 4-6 Desember tersebut, di antaranya Gubernur Lukas Enembe, Pangdam Cenderawasih, Kapolda dan Ketua DPR Papua, serta Bupati Mamberamo. Rombongan tersebut melawat ke Shanghai, Wenzhou, dan Tongxiang di Provinsi Zhejiang.

Mengutip laman terbitan Tiongkok, www.11gang.com, Bahlil dan rombongan saat berada di kota-kota tersebut bertandang ke sejumlah pusat industri, seperti Qingtuo Group, Jiang Haihong, dan Xiang Bingxue. Mereka juga melakukan pertemuan bisnis dengan Pemimpin Qingtuo Group, Pemimpin Qingshan Holding Group, dan Pemimpin Yongqing Technology Co, Ltd. (*)

 

Editor: Aries Munandar

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top