Follow our news chanel

Warga Arab termasuk pria Uighur siap bantu melawan virus corona

Ilustrasi, virus Corona - Jubi/Tirto.ID
Warga Arab termasuk pria Uighur siap bantu melawan virus corona 1 i Papua
Ilustrasi, virus Corona – Jubi/Tirto.ID

Menggalang dukungan dengan membuat grup Wechat atau pesan instan yang sangat populer di China.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Sejumlah warga asing dari negara-negara Arab ramai-ramai ingin mendaftar sebagai tenaga sukarelawan di Wuhan, China, sementara seorang pria beretnis Uighur Xinjiang menyumbangkan 11 ekor kudanya untuk membantu Pemerintah Provinsi Hubei mengatasi wabah virus corona.

“Saya seorang dokter. Saya bisa berbicara bahasa Arab, Mandarin, dan Inggris. Saya bisa membantu merawat pasien, memberikan informasi, dan melakukan apa saja,” kata Ali Wari, warga negara Palestina, yang tinggal di Wuhan, Minggu (9/2/2020) kemarin.

Baca juga : Korban meninggal akibat virus korona di China terus bertambah

Waspadai virus korona, Arab Saudi saring wisatawan asal China

Wabah virus Korona di China selama akhir pekan mencapai 139 kasus

Loading...
;

Dia bersama teman-temannya dari negara Arab sedang menunggu izin dari pemerintah lokal untuk bisa menjadi tenaga sukarelawan. Pria yang bekerja di perusahaan teknologi informasi di kota yang menjadi episentrum 2019-nCoV itu menggalang dukungan dengan membuat grup Wechat atau pesan instan yang sangat populer di China.

Grup Wechat yang diberi nama “Wuhan 2019-nCoV” itu memiliki anggota sekitar 480 orang dari negara-negara Arab yang kebanyakan bekerja di Ibu Kota Provinsi Hubei tersebut.

“Awalnya, saya menerjemahkan dan menyebarkan informasi mengenai virus ini. Lalu banyak yang bergabung dalam grup,” ucap Wari menjelaskan.

Beberapa pekan yang lalu, Wari menerjemahkan dan menyebarkan informasi-informasi penting mengenai virus corona jenis baru itu, termasuk langkah-langkah yang telah diambil oleh pemerintah setempat.

“Saya yakin virus ini bisa dikendalikan. Tapi banyak pelajar muda yang panik meskipun pihak kampus sudah berusaha semaksimal mungkin. Oleh sebab itu, saya akan menenangkan mereka seperti halnya seorang kakak,”katanya.

Mohamad Khotib yang juga berasal dari Palestina meminta keluarganya bergabung dengan Wari.

“Saya yakin ada solusi mengatasi wabah ini. Kami harus bekerja keras dan tidak kenal kata menyerah,” kata Khotib.

Hal yang sama disampaikan Mohamad Asaad, kandidat doktor dari Mesir, yang mengaku sudah telanjur cinta dengan Kota Wuhan.

Sedangkan seorang warga beretnis Uigur Xinjiang, Ba Baintolle, menyumbangkan 11 ekor kudanya. Uang hasil penjualan 11 ekor kuda senilai 88.000 yuan atau sekitar Rp171,9 juta itu diberikan kepada Pemprov Hubei untuk mengatasi wabah virus mematikan.

Penggembala kuda itu tinggal di Kabupaten Wenquan, Daerah Otonomi Xinjiang. Kabupaten Tongcheng, Provinsi Hubei, setiap tahun menyumbangkan 300.000 atau Rp586 juta  kepada warga Wenquan untuk membangun infrastruktur, pengenalan teknologi, dan membangun sekolahan.

“Saya sangat sedih dengan berjangkitnya wabah di Hubei. Mereka banyak sekali bantu kami dan sekarang saatnya saya membantu mereka,” ujar Baintolle dikutip China Daily. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top