Follow our news chanel

Halaman Kerjasama
Kampanye 3M
(Memakai masker, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan)

Jubi Papua

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Author :

papua
Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Jayapura Rustan Saru (kiri) saat berbincang dengan kolega. - Jubi/Ramah

Warga diimbau waspada Covid-19 sebelum vaksin ada

Papua No.1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Jayapura, Rustan Saru, mengimbau warga supaya tetap waspada dan hati-hati dengan Covid-19, sebelum vaksi ada.

“Jangan sampai vaksin ada, tapi sudah meninggal dunia. Ini tidak boleh terjadi,” ujar Rustan di Kantor Wali Kota Jayapura, Kamis (19/11/2020).

Dikatakan Rustan, sembilan bulan Covid-19 melanda Kota Jayapura khususnya, namun belum juga berakhir karena penyebarannya sudah transmisi lokal.

“Maret 2020 lalu, ada empat klaster yang masuk ke Kota Jayapura, yaitu dari klaster Bogor usai mengikuti pelatihan bisnis, klaster GBI dari Bandung, klaster Jakarta, dan klaster Makassar pertemuan ulama dari Gowa,” ujar Rustan.

Rustan yang juga menjabat sebagai Wakil Wali Kota Jayapura, mengatakan pada 26 Maret Pemerintah Provinsi Papua menutup bandara dan pelabuhan dengan tujuan memutus rantai penyebaran Covid-19, namun belum juga berakhir.

“Jaga jarak, cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, dan pakai masker karena Covid-19 sama dengan infeksi saluran pernapasan atau ISPA yang mudah menular. Pemerintah imbau warga untuk terapkan protokol kesehatan supaya warga tidak sakit covid,” ujar Rustan.

Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano, mengatakan ketika dilakukan penutupan bandara dan pelabuhan, tidak ada lagi warga yang terpapar Covid-19, namun masih ada yang terpapar.

Loading...
;

“Ternyata sumbernya melalui kontak fisik sehingga kami telusuri dengan tracking. Artinya, mendatangi yang sudah terpapar dan menanyakan dengan siapa dia ketemu. Itu yang kami telusuri,” ujar Tomi Mano.

Dikatakan Tomi Mano, penyebaran Covid-19 pada Agustus 2020 hanya sembilan orang setiap hari yang terpapar. Jumlah ini meningkat pada Oktober, setiap hari ada 30 orang yang terpapar.

“Setelah diberlakukan new normal, jumlah warga yang terpapar naik menjadi orang setiap hari pada November. Selalu waspada dan hati-hati supaya tidak terpapar. Jangan jadi penyumbang virus bagi orang lain,” ujar Tomi Mano.

Tomi Mano berharap, dengan menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi agar memutus penyebaran Covid-19 sehingga kehidupan kembali normal untuk membangun Kota Jayapura. (*)

Editor: Kristianto Galuwo

Scroll to Top