Warga dilarang membangun rumah di lokasi wisata

Salah satu rumah milik warga di Pantai Hamadi - Jubi/Ramah
Warga dilarang membangun rumah di lokasi wisata 1 i Papua
Salah satu rumah milik warga di Pantai Hamadi – Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano menghimbau warganya agar tak lagi membangun permukiman atau rumah di lokasi wisata. Permukiman yang dibangun di lokasi wisata dianggap mengganggu keindahan pantai.

“Saya minta masyarakat saya agar jangan lagi membangun rumah di lokasi wisata. Saya lihat ini masyarakat sudah banyak yang membangun rumah-rumah di pantai,” kata Tomi Mano di Kantor Wali Kota Jayapura, Selasa (23/4/19).

Menurut Tomi Mano, pembangunan permukiman di kawasan wisata seperti pantai bisa membuat lokasi itu tidak nyaman lagi dikunjungi. “(Jik warga membangun rumah di kawasan pantai), nanti binatang ternak juga ikut ke pantai. Saya minta dinas harus memberikan pembelajaran kepada masyarakat saya. Kita adalah masyarakat yang maju. Jadi, jangan lagi mendirikan rumah di pantai,” tutur Tomi Mano.

Tomi Mano menyatakan pantai merupakan daerah tujuan wisata, sehingga banyak warga yang datang ke pantai. “Kota Jayapura adalah kota yang maju dan modern. Jadi, jangan kita ikut orang kampung yang punya pikiran kampung yang dibawa ke kota ini. Pantai adalah tempat rekreasi. Mari kita berpikir positif,” jelas Tomi Mano.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura, Matis B Mano menyatakan dalam jarak 100 meter dari lokasi bibir pantai tidak boleh ada bangunan. Mano menyatakan, lokasi yang ada dalam jarak 100 meter dari garis pantai sebagai tanah negara.

“Jadi, sebelum warga terlanjur mendirikan bangunan dicegah dari sekarang. Hal itu guna menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Seperti kepemilikan lahan, atau peningkatan risiko bencana longsor,” jelas Mano.

Loading...
;

Matis Mano menyatakan hal itu dilakukan supaya warga tidak memanfaatkan kawasan umum sebagai lahan milik pribadi. “Kami akan gencar lakukan sosialisasi kepada masyarakat dan menyebarkan surat edaran pemberitahun supaya masyarakat paham dan taat kepada aturan,” ujar Matis. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top