Warga Jayapura habiskan Rp1 juta per bulan untuk air bersih

papua
Usaha air tandon melayani pesanan air bersih untuk mama Marta Fatagur di Padang Bulan, Jayapura, Papua – Jubi/ Theo Kelen.

Papua No.1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Warga Kota Jayapura, Papua mengaku menghabiskan Rp1 juta per bulan untuk membeli air bersih kebutuhan sehari-hari.

Marta Fatagur, warga Padang Bulan, Abepura tersebut kepada Jubi, Rabu (25/11/2020) mengatakan hal itu terjadi ketika air dari pipa PDAM yang dilangganinya tidak mengalir

“Kalau air PDAM tra ngalir sampai satu minggu, ya kami harus beli air tangki maupun yang tandon,” katanya.

Dalam sebulan, kata mama Martha, biasanya ia empat kali harus membeli air tandon kapasitas 1.200 liter dan membeli air tangki berkapasitas 5.000 liter dua kali.

BACA JUGA: Bisnis air di Jayapura, Papua keuntungan Rp20 juta per bulan

“Harganya Rp110 ribu untuk air tandon dan Rp350 ribu untuk air tanki,” ujarnya.

Loading...
;

Mama Martha mengatakan air yang dibelinya hanya bertahan selama dua minggu katrena dipakai untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk memasak dan mencuci.

“Air paling cepat habis karena dipakai untuk mencuci pakaian,” kata perempuan asal Keerom tersebut.

Air PDAM, kata mama Martha, hanya mengalir tiga kali dalam seminggu. Seringkali hanya mengalir pada siang atau malam hari.

“Padahal setiap bulan saya rutin membayar rekening PDAM sebesar Rp200 ribu,” ujarnya.

Mama Siska, warga Organda, Abepura, Jayapura, Papua juga mengatakan hal yang sama. Ia juga menghabiskan Rp1 juta per bulan untuk membeli air bersih karena tidak lancarnya pasokan air PDAM.

“Kalau pas ada acara bisa hanya sehari untuk satu tandon, kalau untuk kebutuhan sehari-hari bisa dua hari,” ujarnya.

Dalam seminggu, kata Siska, ia harus membeli air tandon dua kali. Artinya, dalam sebulan harus membeli delapan kali.

“Saya habiskan Rp700 ribu sampai Rp800 ribu per bulan sekaligus tambahan Rp200 ribu buat bayar air PDAM, hitung-hitung saya habiskan Rp1 juta tiap bulan,” kata perempuan asal Paniai tersebut.

Air PDAM, kata Siska, tidak mengalir sederas dahulu dan hanya mengalir tiga sampai empat jam pada Senin dan Kamis.

“Air PDAM itu mengalirnya tidak sederas yang dulu, macam mau mengalir salah-salah, tidak mengalir salah-salah,” ujarnya. (CR-7)

Editor: Syofiardi

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top