Warga Malaysia kembali berunjuk rasa menuntut PM Muhyiddin mundur

Unjuk rasa Papua
Foto ilustrasi. - pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Kuala Lumpur, Jubi– Ratusan warga Malaysia kembali berunjuk rasa di Kuala Lumpur, pada Sabtu (31/7/2021), menuntut Perdana Menteri Muhyiddin Yassin mengundurkan diri. Demonstran yang didominasi anak-anak muda berbaju hitam itu menilai Muhyiddin Yassin gagal menjalankan pemerintahan.

Mereka kembali konvoi sejak pukul 11.30 dari Stasiun LRT Masjid Jamek di Jalan Melaka ke Dataran Merdeka, sebuah ikon kota Kuala Lumpur. Para pengunjuk rasa meneriakkan yel-yel “Mundur Muhyiddin”, “Letak Jabatan”, “Hidup-Hidup”, “Hidup Rakyat”, “Tolak-Tolak”, “Lawan-Lawan”, “Bangkit-bangkit, Anak Muda” secara bergantian.

Baca juga : Utang Malaysia mencapai Rp4,200 triliun, ini kata Menkeu Abdul Aziz

Lonjakan Covid-19 di Malaysia, jasad bertumpuk di rumah sakit 

Mencapai rekor, ini kondisi Covid-19 di Malaysia

Mencapai rekor, ini kondisi Covid-19 di Malaysia

Loading...
;

Sejumlah perempuan di barisan depan membawa empat “pocong” berwarna putih, diikuti sejumlah laki-laki yang membawa spanduk hitam besar bertuliskan “Kerajaan Gagal” dan “Penipu Nasional”.

Ada juga yang membawa poster bertuliskan “Kartu Laporan Pemerintah: Kepemimpinan, Kesehatan Negara, Kegiatan Ekonomi, Keprihatinan, Kejujuran, Gagal” dan “Stop Police Intimidation”.

Di antara pengunjuk rasa, tampak Wakil Ketua Partai Amanah Kawasan Setiawangsa, Asmaaliff Abdul Adam, yang sehari sebelumnya melaporkan Menteri Undang-Undang Takiyuddin dan PM Muhyiddin ke Kantor Polisi Dang Wangi terkait membatalkan peraturan darurat yang membuat kecewa Raja Malaysia.

Di antara mereka ada pula para pemerhati dari pengacara yang mengenakan jas hitam. Para koordinator mengenakan helm putih dan berulangkali mengingatkan peserta untuk menjaga jarak dan mematuhi protokol kesehatan.

Menjelang tiba di Dataran Merdeka, mereka dihadang Polisi Diraja Malaysia (PDRM). Jalan menuju lapangan tersebut ditutup, sementara di sekitarnya terlihat banyak petugas kepolisian dan pengatur lalu lintas.

Helikopter polisi berkeliling mengawasi aksi unjuk rasa dari atas Dataran Merdeka dan Gedung Bandaraya, tempat pemerintah kota Kuala Lumpur berkantor. Karena dilarang masuk ke Dataran Merdeka, para pengunjuk rasa melanjutkan konvoi ke Jalan Raja Laut lalu duduk di jalan mendengarkan orasi dari koordinator lapangan sambil meneriakkan yel-yel. Hingga pukul 13.00 waktu setempat, unjuk rasa berlangsung tertib dan tak ada kericuhan. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top