Follow our news chanel

Previous
Next

Warga Prancis tutup sebuah jalan di Sumba Barat

Ilustrasi, pixabay.com
Warga Prancis tutup sebuah jalan di Sumba Barat 1 i Papua
Ilustrasi, pixabay.com

WNA tersebut memang membeli tanah untuk membangun jalan sendiri menuju lokasi tanahnya

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Kupang, Jubi – Akses jalan menuju ke lahan milik seorang investor dalam negeri Plataran ditutup oleh seorang warga negara asing yang berasal dari Prancis bernama Alan. Penutupan di Desa Harona Kala Kecamatan Lamboya Barat Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, itu masih terus dilakukan hingga kini.

“Sampai saat ini memang akses jalan itu masih ditutup. Nah untuk masalah ini WNA tersebut memang membeli tanah untuk membangun jalan sendiri menuju lokasi tanahnya,” kata Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumba Barat, Budiyanto, Minggu, (12/1/2020).

Budianto mengaku telah menerima aduan terkait penutupan jalan tersebut, sejak akhir tahun 2019. Jalan itu diakui melintasi tanah yang dibeli oleh investor dalam negeri yakni pihak Plataran.

“Penutupan akses jalan menuju Plataran itu berawal dari itu jual-beli tanah antara pemilik tanah bernama Daud Kedu Tadu bersama investor Plataran,” kata Budianto menjelaskan.

Transaksi jual beli tanya seluas 25 ribu meter persegi itu dilakukan pada tanggal 27 Desember 2013 yang kemudian diikuti Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB). Usai perjanjian pengikatan jual beli dengan pihak Plataran, pemilik lahan diketahui menjual sebagian lahannya tersebut ke WNA sehingga muncul masalah penutupan jalan tersebut.

Loading...
;

“Kami tidak bisa berbuat banyak, karena transaksi jual beli tanah itu belum dilaporkan ke kantor kami. Apalagi belum ada akta jual beli sertifikatnya,”  kata Budianto menambahkan.

Kuasa hukum Plataran, Kanisius Tumbir mengaku sudah meminta perlindungan dari Bupati Sumba Barat Agustinus Niga Dapawole atas perbuatan melawan hukum tersebut. Dalam surat tersebut, Kanisius menyampaikan keberatan dan penolakan keras atas dibangunnya jalan pribadi yang dilakukan investor asing tersebut.

“Jalan itu sengaja dibangun untuk menutupi seluruh akses masuk ke lahan Plataran,”kata Tumbir.

Pembuatan jalan tersebut sama sekali tidak dikonsultasikan apalagi memperoleh persetujuan dari klinenya. “Perbuatan itu merupakan perbuatan sepihak yang melanggar hukum dan etika berusaha,” kata Tumbir menambahkan. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top