HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Warga Sima tolak dipimpin lagi plt kepala kampung

Papua
Warga menyegel Balai Kampung Sima, Distrik Yaur, Nabire, Jumat (10/7/2020) - Andrianus Manoba untuk Jubi.

Papua No.1 News Portal | Jubi

Nabire, Jubi – Warga menyegel Balai Kampung Sima di Distrik Yaur, Nabire. Mereka menuntut pemilihan kepala kampung definitif.

“Kami palang (segel) balai kampung, kemarin. Sebab, kepala kampung selalu dijabat seorang pelaksana tugas,” kata warga Sima Adrianus Manoba kepada Jubi melalui telepon, Sabtu (11/7/2020).

Pemerintah Kampung Sima dalam beberapa tahun terakhir selalu dipimpin oleh seorang pejabat pelaksana tugas (Plt). Pada periode pertama, Plt Kepala Kampung Sima dijabat oleh Robinson Dimara, dan dilanjutkan Melkias Yarawobi pada periode berikutnya.

Berembus kabar bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire akan menunjuk lagi seorang Plt untuk menggantikan posisi Yarawobi saat ini. Kabar itu pun memicu kemarahan warga sehingga berujung pada penyegelan balai kampung.

“Kepala kampung selalu dijabat Plt. Warga menolak (penempatan kembali Plt) karena mereka tidak pernah berada di kampung sehingga pelayanan kepada masyarakat tidak berjalan (efektif),” jelas Manoba.

Dia mengatakan mereka juga akan menggalang dukungan melalui pengumpulan tanda tangan warga guna menolak rencana perpanjangan atau penempatan kembali Plt kepala kampung di Sima. Pernyataan penolakan itu rencananya disampaikan kepada DPRD dan Pemkab Nabire.

“Kami menolak kehadiran pelaksana tugas karena tidak ada pembangunan yang dirasakan masyarakat selama ini. Pembanguan yang ada hanya untuk kepentingan pelaksana tugas (kepala kampung),” tuding Manoba.

Loading...
;

Penolakan serupa diutarakan Mirna Hanebora, warga lain. Dia mendesak Pemkab Nabire segera menggelar Pemilihan Kepala Kampung Sima.

“Masyarakat meminta kepala daerah (Bupati Nabire) berhenti mendatangkan Plt. Kami hanya mau (dipimpin) kepala kampung terpilih (definitif) yang mampu, berani, dan bijaksana dalam melihat persoalan (masyarakat) dan membangun kampung,” kata Hanebora

Sekretaris Suku Besar Yerisiam Gua Robertino Hanebora mengaku warga sebelumnya telah mengonsultasikan rencana aksi tersebut kepada mereka. “Kami tidak bisa mengintervensi karena itu hak mereka (masyarakat), tetapi nanti kami akan dampingi (advokasi dan mediasikan).”

Sekretaris Badan Pemberdayaan Masyarakat Kampung (BPMK) Nabire Alexander Pekei mengofirmasi bahwa mereka belum mengetahui aksi penyegelan terhadap Balai Kampung Sima. Dia meminta warga melaporkan permasalahan sebenarnya kepada BPMK Nabire.

“Bukti (permasalahannya) harus jelas dan  sesuai kondisi di lapangan. Sampaikan (laporannya) agar bisa bersama-sama dicarikan solusinya,” kata Pekei ketika ditelepon. (*)

 

Editor: Aries Munandar

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top