HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Warga terdampak lockdown diperbolehkan pulang ke daerah asal

Papua
Ilustrasi Rapid Test di Papua - Jubi/Dok.

 

Papua No.1 News Portal

Jayapura, Jubi – Pandemi virus korona yang berlangsung di Papua khususnya di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura memaksa pihak pemerintah daerah harus menutup bandara dan pelabuhan.

Akibatnya,sejumlah warga yang ingin kembali ke daerah asal masing-masing harus menahan diri sampai dibukanya kembali bandara dan pelabuhan.

Warga terdampak lockdown diperbolehkan pulang ke daerah asal 1 i Papua

Setelah hampir tiga bulan terkunci, warga baik dari dan tujuan asal kini bisa bernafas lega akibat relaksasi atau pelonggaran aktivitas yang diberlakukan pemerintah daerah di Papua mulai 5 Juni 2020.

“Sesuai hasil pertemuam gubernur Papua, Wali Kota, dan bupati se-Papua, salah satunya adalah untuk memulangkan warga yang terlockdown akibat penutupan bandara dan pelabuhan,” ujar Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru di Kantor Wali Kota Jayapura, Sabtu (6/6/2020).

Namun, lanjut Rustan, warga yang ingin kembali ke daerahnya masing-masing diberikan syarat. Misalnya, jika ada warga yang ingin kembali atau keluar ke Kota Jayapura, maka harus meminta persetujuan kepada gubernur Papua melalui Satgas Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Provinsi Papua.

Pemerintah Kota Jayapura hanya bisa memberikan surat keterangan bahwa warga yang bersangkutan telah melakukan rapid test sebagai pelengkap kepada masyarakat. Apabila, gubernur Papua sudah menyetujui kedatangan dan kepulangan tersebut, khusus warga yang ingin ke Papua harus bersedia melakukan karantina mandiri di rumah selama dua minggu.

Loading...
;

“Mengenai syarat kapan bisa berangkat dan pulang, kami masih menunggu syarat-syarat teknis yang sementara masih di kaji Pemerintah Provinsi Papua oleh Dinas Perhubungan Papua, Karantina Pelabuhan dan Udara. Seni baru mereka membahas, kalau sudah ada kami sebarkan kepada warga untuk diketahui persyaratannya,” ujar Rustan.

Terkait itu, Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano, mengatakan sudah mengeluarkan surat edaran perpanjangan jaga jarak fisik, Nomor 6 2020 tentang peningkatan dan perluasan langkah pencegahan dan penanganan virus Korona.

Dalam instruksi tersebut disebutkan, di antaranya pembatasan aktivitas warga dan jam operasional pusat-pusat perbelanjaan, perkantoran, perusahaan, rumah makan, dan hotel, yang dimulai dari jam 6 pagi sampai jam 5 sore.

“Saya minta aparat penegak hukum lebih tegas dalam menjalankan instruksi pemerintah seperti melakukan operasi sweeping penggunaan masker dan melakukan penindakan bagi pelanggar sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Mano. (*)

Editor: Syam Terrajana

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pengumuman Lagu
"Tanah Papua"

Sehubungan dengan akan dilakukannya pendaftaran lagu “Tanah Papua” yang diciptakan oleh Bapak Yance Rumbino pada Direktorat kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, untuk itu disampaikan kepada seluruh pihak masyarakat yang mengklaim sebagai pencipta lagu “Tanah Papua”, diberi kesempatan untuk mengajukan klaim atau sanggahan lagu tersebut.

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa