Follow our news chanel

Warga Wembi optimistis usaha tanaman hidroponik berhasil

Mama-mama PKK Kampung Wembi, Distrik Manem, Keerom, ketika foto bersama fasilitator dari Yayasan Kipra Papua dan Dinas Pertanian dan Perikanan Keerom usai pelatihan menanam tanaman hidroponik, Kamis (13/2/2020) - Jubi/Timoteus Marten
Warga Wembi optimistis usaha tanaman hidroponik berhasil 1 i Papua
Mama-mama PKK Kampung Wembi, Distrik Manem, Keerom, ketika foto bersama fasilitator dari Yayasan Kipra Papua dan Dinas Pertanian dan Perikanan Keerom usai pelatihan menanam tanaman hidroponik, Kamis (13/2/2020) – Jubi/Timoteus Marten

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Wembi, Keerom – Warga Kampung Wembi, Distrik Manem, Kabupaten Keerom, Papua optimistis usaha tanaman hidroponik yang akan dilakukan 20-an mama dari RT 01 dan RT 02 berhasil hingga produksi atau panen.

Hal ini dikatakan Maria Makawa, warga Kampung Wembi, ketika diwawancarai Jubi di Wembi, Kamis (13/2/2020), usai pelatihan menyemai bibit tanaman hidroponik yang digelar Yayasan Koordinasi Independen Rakyat (Kipra) Papua.

“Kita coba saja dulu to. Sekarang kita praktik (persemaian), setelah itu kita beli mesin, obat-obatnya (nutrisi),” katanya.

Istri Kepala Kampung Wembi, Blasius Pien, ini meyakinkan puluhan mama tersebut dapat mempraktikkan pembibitan dan usaha tanaman hidroponik tanpa halangan.

“Kita jalan dulu. Bibit kita beli baru tanam,” katanya.

Dia menilai media yang digunakan dalam usaha tanaman hidroponik sangat sederhana. Pihaknya hanya melakukan instalasi dari bahan-bahan sederhana, seperti baja ringan, papan, pipa plastik, dan cool box, serta pot-pot menaruh bibit sayuran untuk ditanam.

Loading...
;

Meski demikian, dia berharap agar Pemerintah Kabupaten Keerom dapat memberdayakan masyarakat dengan menyediakan media tanaman hidroponik. Dia menaksir pembuatan instalasi media hidroponik membutuhkan biaya sekitar Rp2,5 juta.

“Kita buat dulu baru kita kasi naik (usulkan bantuan kepada Pemkab Keerom),” katanya.

Direktur Yayasan Kipra Papua, Irianto Yakobus, berharap agar mama-mama PKK yang telah mengikuti pelatihan ini bisa mengembangkan usaha hidroponik, dengan memanfaatkan barang-barang bekas seperti botol, ember, dan pot.

Dia juga menilai usaha tanaman hidroponik cukup efisien karena dapat mengurangi waktu kerja di ladang. Artinya, mereka tidak membutuhkan waktu yang lama untuk bekerja seperti di ladang.

“Kita mendorong supaya ibu-ibu tetap semangat, setia, dan tentunya kita akan bermitra dengan Dinas Pertanian Keerom untuk mengembangkan ini (hidroponik),” kata Irianto.

Menurut Irianto, mama-mama dari PKK ini berminat dan terus menjalankan usahanya untuk menghasilkan nilai tambah.

“Selain mereka menanam, mereka punya modal sosial. Maksudnya gotong-royong, kerja sama,” katanya.

Dia mengaku akan menemui Dinas Pertanian dan Perikanan Keerom untuk mencarikan solusi terkait pendampingan hingga usaha mama-mama ini produksi.

Staf Dinas Pertanian dan Perikanan Keerom, Wahyu Kuntoro, akan menyampaikan keluhan mama-mama terkait penyuluh lapangan.

Dia bahkan yakin Pemerintah Kabupaten Keerom akan membantu masyarakat, terutama mama-mama PKK Kampung Wembi yang akan melakukan usaha tanaman hidroponik, asalkan mereka mengembangkannya hingga produksi.

Staf lapangan Yayasan Kipra Papua, Idelfonsius Tokorop, mengaku akan terus berkoordinasi dengan kepala kampung dan dinas.

Pihaknya akan mendampingi usaha masyarakat ini selama 15 bulan, bahkan sampai masa panen dan penjualan.

“Kami membantu untuk mengangkat potensi mereka selain untuk memenuhi kebutuhan ekonominya,” katanya.

Dia menginginkan agar mama-mama ini berdikari atau mandiri dalam mengembangkan usahanya. Meski baru dimulai, pihaknya tetap mendampingi hingga masa panen dan pemasaran. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top