Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Wasekjen DPP Hanura laporkan dugaan pelanggaran PSU Tolikara

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Wamena, Jubi – Wasekjen DPP Partai Hanura Papua dan Papua Barat, Yan Mandenas melaporkan sejumlah dugaan pelanggaran dalam pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada di Kabupaten Tolikara ke Bawaslu Provinsi Papua pada Rabu (17/5/2017).

Menurut Yan Mandenas, telah terjadi beberapa pelanggaran saat PSU di 18 distrik di Kabupaten Tolikara. “Bila tidak adanya keadilan, saya rasa PSU kali ini di Tolikara bisa saja kembali dibawa ke Mahkamah Konstitusi untuk kedua kalinya,” katanya kepada wartawan di Wamena, Kamis (18/5/2017).

Wasekjen DPP Hanura laporkan dugaan pelanggaran PSU Tolikara 1 i Papua

Menurutnya, pelaksanaan PSU yang dilaksanakan di distrik itu untuk menghindari hal tidak diinginkan, seperti penggelapan kotak suara, perampasan dan pengambilan kotak suara dengan paksa dan ini disepakati oleh KPU, Bawaslu, Gakkumdu Provinsi Papua dan tim sukses masing-masing calon.

Namun pada kenyataannya pada hari H pencoblosan, berubah lagi karena KPU mengintruksikan dilakukan di setiap TPS sehingga masih terjadi pengambilan kotak suara dengan paksa dan penghilangan kotak suara.

Ia mengatakan salah satu pelanggaran terjadi di Distrik Bium dimana kotak suara diduga diambil oleh oknum salah satu anggota DPR Provinsi dengan tim sukses salah satu pasangan yang ada di TPS.

Yan sebagai pengusung pasangan nomor urut tiga itu, juga mengatakan pendistribusian kotak suara tanpa pengawalan petugas dilaksanakan pada malam hari di beberapa distrik seperti distrik Tanggime. Saat itu terjadi intimidasi oleh beberapa tim sukses kepada pemilih dan tim sukses lainnya, penghilangan dan perampasan kotak suara di beberapa distrik.

Loading...
;

“Proses laporan sementara berada di Panwas dan harapan kami beberapa pelanggaran yang kami laporkan ini segera ditindak lanjuti oleh Bawaslu karena jika tidak diselesaikan lagi,” katanya. “Kami harap Bawaslu, KPU dan Gakumdu segera bersinergi untuk menyelesaikan bebarapa temuan di lapangan dan nantinya siapapun yang menang kami harap semua pihak harus menerimanya,” tambahnya.

Kapolda Papua, Inspektur Jenderal (Pol) Boy Rafli Amar mengatakan PSU yang dilakukan KPUD Tolikara pada 18 distrik pada Rabu (17/5/2017) itu dinyatakan berjalan aman dan kondusif.

Kapolda hanya satu distrik saja yang dilakukan PSU tunda, yakni Kamis, (18/5/2017). “Hanya satu distrik hari ini ada susulan pemungutan suara (saya lupa namanya). Untuk sementara belum ada laporan hal-hal yang sifatnya yang mengkwatirkan. Jadi, 17 distrik pada tanggal 17 Mei 2017, terus satu distrik hari ini lakukan pemungutan suara,” katanya. (*)

 

 

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top