Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Waspada kebakaran hutan, titik panas api terdeteksi di Kalimantan Selatan

papua
Ilustrasi, foto udara hutan di Waena yang terbakar yang diduga sengaja dibakar oleh orang tak dikenal – Jubi/Piter Lokon.

 

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Sejumlah titik panas mulai muncul di Kalimantan Selatan meski hujan kadang masih mengguyur di wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir ini. Meski diakui titik panas yang muncul belum terverifikasi apakah berasal dari kebakaran hutan dan lahan atau tidak.

Waspada kebakaran hutan, titik panas api terdeteksi di Kalimantan Selatan 1 i Papua

“Dari pantauan satelit Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) yang terkoneksi di aplikasi Bekantan memang titik panas terdeteksi saat-saat sekarang ini,” kata Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Kalsel, AKB Endang Agustina, Sabtu (15/8/2020) kemarin.

Baca juga :Suhu di Manokwari terus memanas

BMKG sebut suhu udara di daerah ini kategori ekstrem

Kebakaran hutan gunung Rinjani meluas

Loading...
;

Selain dari pantauan satelit, keberadaan titik api juga dilaporkan masyarakat melalui aplikasi Bekantan. Mereka melaporkan titik api mundul di Desa Pandahan, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut.

Petugas sudah bergegas menuju lokasi yang diinformasikan untuk melakukan pemadaman. Polisi bersama armada Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) Landasan Ulin Utara dan BPK Bati-Bati berhasil memadamkan api yang di lahan seluas sekitar 5 hektare di daerah tersebut.

“Terima kasih kepada masyarakat yang telah melaporkan adanya titik api dengan cepat melalui aplikasi Bekantan, sehingga api tidak menjalar semakin besar,” kata Endang menambahkan.

Menurut dia, saat ini masyarakat memang harus lebih waspada terhadap kemungkinan terjadinya kebakaran hutan seiring dengan datangnya musim kemarau.  Sedangkan tanah yang kering tersebut akan diikuti dampak susulan berupa peningkatan potensi kebakaran lahan.

“Karhutla biasanya dimulai dengan terjadinya jeda hujan atau Hari Tanpa Hujan (HTH). Jika HTH terus berlanjut maka titik panas berpotensi berkembang menjadi titik api yang pemicu kebakaran,” katan Endang menjelaskan. (*)

CNN Indonesia

Editor : Edi Faisol

 

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top