Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Terkait Covid-19, WHO minta prioritaskan pasien lansia dengan penyakit penyerta

World Health Organization – Jubi/Twitter.com
Terkait Covid-19, WHO minta prioritaskan pasien lansia dengan penyakit penyerta 1 i Papua
World Health Organization – Jubi/Twitter.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, minta setiap negara dalam penanganan COVID-19 memprioritaskan pasien lansia dan yang memiliki penyakit penyerta.

Tedros dalam keterangannya pada media dikutip di laman resmi WHO di Jakarta, Selasa (17/3/2020), mengatakan semua kasus yang dikonfirmasi positif harus diisolasi di fasilitas kesehatan untuk mencegah penularan dan mendapatkan perawatan.

Terkait Covid-19, WHO minta prioritaskan pasien lansia dengan penyakit penyerta 2 i Papua

Bahkan, kasus positif dengan gejala yang ringan pun harus tetap dilakukan isolasi. Namun Tedros mengakui kapasitas pelayanan kesehatan mulai kewalahan akan jumlah lonjakan pasien COVID-19.

“Kami menyadari bahwa banyak negara telah melebihi kapasitas mereka untuk merawat kasus-kasus ringan di fasilitas kesehatan khusus. Dalam situasi itu, negara-negara harus memprioritaskan pasien yang lebih tua dan mereka yang memiliki kondisi mendasar,” kata dia.

Tedros menyebut beberapa negara telah memperluas kapasitas layanan kesehatannya dengan menggunakan stadion ataupun pusat kebugaran untuk merawat kasus-kasus ringan, sementara kasus-kasus parah dan kritis dirawat di rumah sakit.

Pilihan lainnya, beberapa negara juga menganjurkan pasien dengan gejala ringan untuk diisolasi dan dirawat di rumah.

Loading...
;

Sekjen WHO menekankan ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan apabila orang yang terinfeksi COVID-19 mengisolasi diri di rumah karena berisiko menularkan pada anggota keluarga lain.

Orang yang dirawat di rumah dan orang yang merawatnya harus menggunakan masker saat berada di ruangan yang sama. Tempat tidur dan kamar mandi orang yang terinfeksi juga harus terpisah.

Tetapkan hanya satu orang yang merawat orang yang sakit, yaitu orang yang dalam keadaan sehat dan tanpa memiliki penyakit penyerta. Orang yang merawat harus mencuci tangan setelah kontak dengan pasien atau lingkungan terdekatnya.

Orang yang sudah tidak merasa sakit setelah menderita penyakit COVID-19 masih memungkinkan menginfeksi orang lain hingga dua minggu setelah gejala hilang.

“Orang yang terinfeksi COVID-19 masih dapat menginfeksi orang lain setelah mereka berhenti merasa sakit, sehingga tindakan ini harus dilanjutkan setidaknya dua minggu setelah gejala hilang,” kata Tedros.

WHO mengkhawatirkan ketika virus berpindah ke negara-negara berpenghasilan rendah dan dampak yang bisa diakibatkan pada populasi dengan prevalensi HIV yang tinggi atau pada anak-anak yang kekurangan gizi.

WHO juga meminta orang-orang untuk menahan diri dari menimbun barang-barang penting termasuk obat-obatan dan produk penting lainnya yang bisa memperburuk penderitaan.

Melansir data dari laman Waspada Corona di laman resmi Kantor Staf Presiden menyebutkan hingga saat ini di Indonesia terdapat 134 kasus positif, lima orang meninggal dunia, dan delapan orang telah pulih dari penyakit COVID-19. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top