Follow our news chanel

Previous
Next

WHO sebut kehidupan normal usai Covid-19 terjadi tahun 2022

papua, pilkada, covid 19
Ilustrasi pandemi Covid-19 - Pexels.com.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi Badan kesehatan dunia (WHO) memperkirakan kehidupan normal usai Covid-19 terjadi tahun 2022 mendatang. Penularan virus itu diakui membuat warga di seluruh dunia tidak bisa merasakan kehidupan normal seperti sebelum pandemi.

“Saya pikir bisa jadi pada 2022 kita akan mulai berpikir untuk kembali ke kehidupan normal seperti saat sebelum pandemi,” ujar Kepala tugas sains WHO, Dr. Soumya Swaminathan.

Baca juga : AS tak gabung program vaksinasi Covid-19 dengan WHO

WHO mendesak Rusia mentaati pedoman produksi vaksin

Kematian akibat corona di Rusia rendah meski tak berstandar WHO

Menurut dia saat itu banyak orang sudah mulai mendapatkan vaksin sehingga kekebalan tubuh pun mengalami peningkatan. Ia mengatakan saat ini petugas kesehatan dan peneliti tengah mencari cara untuk mengendalikan penularan virus corona.

Loading...
;

“Itu harus dilanjutkan setelah vaksin mulai diluncurkan, karena kami membutuhkan 60 hingga 70 persen populasi untuk memiliki kekebalan sebelum melihat adanya penurunan drastis dalam penularan virus,” kata Soumya menambahkan.

Seperti halnya peneliti lain, ia mengatakan sejauh ini belum bisa menjamin efektivitas vaksin yang tengah dikembangkan oleh banyak kalangan.

Seiring dengan berjalannya waktu dan vaksinasi yang kian massif, Soumya berharap penularan virus corona tak ubahnya seperti virus musiman. Hanya terjadi ‘pasang surut’ dalam hal kasus dan penularan di musim-musim tertentu. Badan Kesehatan PBB ini juga sempat memperingatkan Eropa terkait potensi lonjakan kematian akibat Covid-19. pada Oktober dan November.

“Ini akan menjadi lebih sulit. Pada Oktober dan November kita akan melihat lebih banyak kematian,” kata Direktur WHO Eropa Hans Kluge dalam sebuah wawancara dengan AFP.

Hal tersebut disampaikan setelah melihat kelemahan dan kekuatan sistem kesehatan dan masyarakat Eropa di tengah pandemi.

Dia juga mengatakan bahwa pandemi corona telah mengganggu layanan untuk penyakit tidak menular, termasuk pemantauan diabetes, hipertensi, dan skrining kanker di 68 persen negara Eropa.

Perkiraan WHO disampaikan ketika virus corona telah menginfeksi 30.106.180 orang dan menewaskan 946.363 jiwa di seluruh dunia. AS, India, dan Brasil menjadi tiga negara dengan kasus infeksi tertinggi di seluruh dunia. (*)

CNN Indonesia

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top