Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Wisatawan dievakuasi akibat kebakaran hutan di kawasan wisata Australia

Pemadaman kebakaran hutan dengan bom air, pixabay.com

Pihak berwenang mendesak sekitar 30 ribu wisatawan meninggalkan East Gippsland, area yang luasnya setara dengan setengah Belgia, karena suhu mencapai lebih dari 40 derajat Celcius atau 104 Fahrenheit di Melbourne.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sydney, Jubi – Ribuan penduduk dan wisatawan yang sedang berlibur dievakuasi dari Victoria karena suhu yang meningkat dan angin kencang menyulut kebakaran besar-besaran di negara bagian Australia.

Pihak berwenang mendesak sekitar 30 ribu wisatawan meninggalkan East Gippsland, area yang luasnya setara dengan setengah Belgia, karena suhu mencapai lebih dari 40 derajat Celcius atau 104 Fahrenheit di Melbourne.

Bahaya kebakaran diperkirakan akan sangat ekstrem di tujuh dari sembilan distrik negara bagian dan mengancam akan menutup Jalan Raya Princes, jalan arteri utama di kawasan itu. Suhu panas bergerak menuju ke New South Wales (NSW) dengan cepat, dengan suhu yang diperkirakan akan meningkat pada Malam Tahun Baru ketika ratusan ribu orang berkumpul di sekitar kota pelabuhan Sydney untuk menyaksikan perayaan kembang apinya yang terkenal.

Hampir 900 rumah telah hancur dan 3,48 juta hektar lahan terbakar di NSW selama musim kebakaran hutan ini, sementara Sydney telah diselimuti oleh asap selama beberapa pekan.

Ada kekhawatiran kembang api mungkin harus dibatalkan, tetapi pihak berwenang sejauh ini berencana untuk melanjutkan pertunjukan.

Loading...
;

Peringatan kebakaran juga meluas dari Australia Barat hingga Australia Selatan dan Tasmania, yang telah mengalami bencana kebakaran terbesar  yang pernah tercatat selama in.

Pemerintah federal mengatakan mereka akan mengkompensasi petugas pemadam kebakaran sukarela atas hilangnya pendapatan mengingat intensitas musim kebakaran tahun ini.

Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan memberikan hingga 6 ribu dolar Australia  atau sekitar 4.186 dolar AS untuk setiap kru yang memenuhi syarat yang telah menghabiskan lebih dari 10 hari di lapangan musim ini.

Kondisi alam yang ekstrem itu membuat Morrison pulang lebih awal dari liburan di Hawaii menjelang Natal di tengah kritik pemerintahnya tidak berbuat banyak untuk mengatasi perubahan iklim dan kekeringan di seluruh Australia. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca juga artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top