Yairus Gwijangge, sosok pelindung warga Nduga

Papua
Anggota DPR Papua, Nikius Bugiangge (kedua dari kiri) bersama pengurus Woken II atau ikatan pelajar dan mahasiswa dari daerah pemilihan I Nduga di kota studi Jayapura saat akan berangkat berkunjung ke rumah duka keluarga di Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura - Jubi/Arjuna

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Anggota DPR Papua dari daerah pemilihan Nduga, Lanny Jaya, Jayawijaya dan Mamberamo Tengah, Nikius Bugiangge menyatakan almarhum Bupati Nduga, Yairus Gwijangge merupakan sosok kepala daerah yang selalu berupaya melindungi warganya.

Wakil Ketua Komisi II DPR Papua itu mengatakan, sebagai anak Nduga ia turut merasa sedih dan kehilangan atas meningalnya Yairus Gwijangge di Rumah Sakit Mayapada Jakarta, Minggu (15/11/2020) pagi.

Katanya, Yairus Gwijangge selalu bertanggung jawab berupaya menyelesaikan setiap konflik di Nduga. Baik pertikaian antara warga, konflik aparat keamanan dengan kelompok bersenjata, atau ketika terjadi penembakan yang menyebabkan adanya korban.

“Beliau selalu berupaya menangani setiap masalah dengan tenang. Tidak memihak kepada kelompok tertentu. Beliau selalu memposisikan diri sebagai pemimpin untuk melindungi warganya. Tidak membeda-bedakan suku,” kata Nikius kepada Jubi, Selasa (17/11/2020).

Menurut Wakil Ketua Fraksi Gabungan Keadilan Nurani DPR Papua itu, semasa hidupnya Yairus Gwijangge juga selalu mendukung dan peduli pada pelayanan gereja juga para hamba Tuhan.

“Kami sedih kehilangan beliau. Kita semua di Papua berduka, bukan hanya masyarakat Nduga. Kami ada empat orang anggota DPR Papua dari Nduga. Tiga rekan saya berangkat ke Nduga, saya yang di Jayapura bertanggung jawab membantu dan menghibur keluarga yang ada di sini,” ucap politikus Partai Hanura itu.

Pernyataan yang sama dikatakan gembala Gereja Kemah Injil atau KINGMI di Tanah Papua, Jemaat Allah Ninom Doyo Baru, Kabupaten Jayapura, Pendeta Martinus Heluka, STh.

Loading...
;

Menurutnya, dalam hal bantuan kepada lembaga keagamaan atau gereja, almarhum Yairus Gwijangge tidak membeda-bedakan dedominasi gereja.

“Kami turut berduka kepada keluarga yang ditinggalkan. Kami juga merasa kehilangan karena almarhum salah satu orang yang peduli pada pekabaran injil,” kata Pendeta Martinus Heluka. (*)

Editor: Edho Sinaga

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top