Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Yunus Aliknoe bebas menyusul dua rekannya, ini kata penasehat hukum

papua
Yan Christian Warinussy, Direktur Eksekutif LP3BH Manokwari. Papua Barat. (Jubi/Hans Arnold Kapisa)
Papua No. 1 News Portal | Jubi

Manokwari, Jubi – Direktur eksekutif LP3BH Manokwari, Yan Christian Warinussy, selaku koordinator tim Penasehat Hukum, mengapresiasi Kepala Kejaksaan Negeri Manokwari dan jajarannya selaku eksekutor  putusan Pengadilan Negeri yang sebelumnya menuding mereka dalam kasus dugaan tindak pidana makar dan penghasutan.

“Karena melalui Jaksa Penuntut Umum (JPU) Benoni Kombado, telah mengeluarkan ketiga klien kami tersebut dari tahanan di Rumah tahanan negara (Rutan) Polda Papua Barat melalui Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Manokwari, ” kata Warinussy, Rabu, (17/6/2020) tadi malam.

Berita terkait : Tiga mahasiswa antirasisme di Manokwari akhirnya bebas dari penjara

Yunus Aliknoe bebas menyusul dua rekannya, ini kata penasehat hukum 1 i Papua

Hakim tunda lagi sidang kasus Makar tiga mahasiswa di Manokwari

Demonstrasi mahasiswa tuntut pembebasan tanpa syarat 7 Tapol Papua berlangsung damai

Warinussy menyatakan sejak masuk ke tahap persidangan  pada pertengahan Februari lalu hingga divonis pada 4 Juni, ketiga kliennya masing-masing  Erik Aliknoe, Pende Mirin dan Yunus Aliknoe telah menjalani tahanan kurang lebih delapan bulan.

Tercatat Erik Aliknoe merupakan mahasiswa Teknik Informatika di Universitas Papua, Pende Mirin selaku mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Papua, dan Yunus Aliknoe sebagai mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Papua. Selama delapan bulan lebih mereka terpaksa harus meninggalkan aktivitas perkuliahannya dan berusan dengan hukum.

Loading...
;

“Tapi ternyata semua tuduhan yang ditujukan ke mereka tak satu pun membuktikan mereka terlibat tindakan makar seperti yang dituduhka,” kata Warinussy menambahkan.

Ketiga klienya itu justru dituntut oleh JPU melakukan tindak pidana penghasutan sesuai pasal 160 KUH Pidana juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana.

“Di sinilah letak pijakan formal dan materil yang digunakan oleh JPU dalam mengajukan rencana tuntutan terhadap ketiga klien kami. Hingga keluarlah tuntutan pidana masing-masing selama 10 (sepuluh) bulan penjara,” kata Warinussy menjelaskan.

Ia menilai tuntutan pidana oleh JPU maupun nota pembelaan serta putusan majelis hakim pengadilan, didasari pada fakta-fakta persidangan perkara yang menimpa kliennya. Maka ia menilai wajar jika majelis hakim yang dipimpin Ketua Pengadilan Negeri Manokwari, Sonny Alfian Blegoer Laoemoery, sependapat dengan tuntutan JPU dan memberi vonis pidana  sembilan bulan potong seluruh masa tahanan.

“Akhirnya kemarin (Selasa, 16/6/2020) dan hari ini Rabu, (17/6/2020) mereka bertiga dapat lepas dan bebas setelah menjalani tahanan dan pidana penjara sesuai putusan Pengadilan Negeri Manokwari,” katanya.  (*).

Editor : Edi Faisol

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top